Analisis Saham DEWA dengan Return 3 Bulan dan Valuasi P/E 3,24 melalui Aplikasi Saham Makmur


Analisis Saham Dewa

Kenaikan harga saham dapat menjadi perhatian investor, terutama ketika disertai rasio valuasi yang relatif rendah. Saham DEWA mencatat return sebesar +61,97% pada Juli 2026. Namun, pergerakannya berbalik melemah pada dua bulan berikutnya, dengan koreksi 4,35% pada Agustus dan 22,27% pada September. Berdasarkan perhitungan return majemuk, hasil keseluruhan periode tersebut berada di kisaran 20%. Pada periode yang sama, rasio P/E DEWA tercatat sebesar 3,24.

Kedua indikator tersebut memberikan gambaran yang berbeda mengenai saham. Return memperlihatkan perubahan harga selama periode tertentu, sedangkan P/E digunakan untuk melihat hubungan antara harga saham dan laba yang dihasilkan perusahaan. Investor dapat memantau perkembangan harga serta indikator keuangan tersebut melalui aplikasi saham Makmur.

Mengenal DEWA dan Bisnis Kontraktor Pertambangan

Darma Henwa Tbk atau DEWA merupakan perusahaan yang menjalankan usaha di bidang jasa kontraktor pertambangan umum. Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial pada 1996 dan menyediakan beragam layanan untuk menunjang kegiatan pertambangan.

Kegiatan usahanya meliputi pengupasan lapisan penutup, produksi batu bara, pengangkutan material, hingga pemeliharaan peralatan tambang. Melalui berbagai layanan tersebut, DEWA memperoleh peran dalam mendukung proses produksi perusahaan pertambangan, bukan semata-mata mengandalkan pendapatan dari penjualan komoditas tambang.

Dari sisi pasar, DEWA memiliki kapitalisasi pasar atau market cap sebesar Rp14,57 triliun, dengan jumlah saham beredar mencapai 40,69 miliar lembar. Volume perdagangan terakhir tercatat sebanyak 324,09 juta saham. Sementara itu, rata-rata volume perdagangan selama tiga bulan berada di angka 604,14 juta saham. Dengan demikian, aktivitas perdagangan terakhir masih lebih rendah daripada rata-rata tiga bulan tersebut.

P/E 3,24 Memberi Perspektif Berbeda

Price to Earnings Ratio (P/E) merupakan rasio yang digunakan untuk membandingkan harga saham dengan laba per saham. DEWA tercatat memiliki P/E sebesar 3,24 dan Earnings Per Share (EPS) sebesar 110,43. Secara umum, angka P/E tersebut menunjukkan bahwa valuasi saham berada pada 3,24 kali laba per saham berdasarkan data yang digunakan.

Rasio P/E yang rendah dapat menjadi bahan pertimbangan awal untuk menilai hubungan antara harga saham dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Meski demikian, rasio ini tetap perlu dianalisis bersama kondisi bisnis dan prospek keuangan perusahaan sebelum investor mengambil keputusan.

Selain P/E, DEWA memiliki rasio Price to Book Value (P/B) sebesar 1,8 dan Price to Sales (P/S) sebesar 2,24. Kedua indikator ini melengkapi analisis dengan membandingkan valuasi saham terhadap nilai buku dan penjualan perusahaan.

Kondisi profitabilitas juga dapat memberikan gambaran tambahan. Return on Assets (ROA) DEWA tercatat sebesar 4,02%, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai 8,75%. Adapun gross profit margin berada di angka 19,09% dan operating profit margin sebesar 12,78%.

Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa penilaian terhadap DEWA sebaiknya tidak hanya bertumpu pada P/E 3,24, tetapi juga memperhatikan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan mempertahankan marginnya. Meskipun valuasi terlihat rendah, hal tersebut belum cukup untuk memastikan arah pergerakan harga saham selanjutnya.

Mengapa DEWA Naik Sekitar 20% dalam 3 Bulan?

Perjalanan harga saham DEWA selama kuartal ketiga 2026 menunjukkan perubahan yang cukup tajam dari satu bulan ke bulan berikutnya. Pada Juli, DEWA mencatat return sebesar +61,97%. Setelah mengalami kenaikan besar tersebut, harganya terkoreksi 4,35% pada Agustus dan kembali turun 22,27% pada September.

Apabila return ketiga bulan dihitung secara majemuk, hasilnya tetap berada di kisaran +20%. Metode ini memperhitungkan perubahan nilai saham secara berurutan, sehingga hasil akhirnya berbeda dari sekadar menjumlahkan persentase kenaikan dan penurunan setiap bulan.

Angka return tersebut perlu dilihat secara utuh. Kinerja positif selama periode tiga bulan terutama ditopang oleh lonjakan harga pada Juli, sedangkan Agustus dan September justru mencatat penurunan. Dengan kata lain, hasil keseluruhan yang positif tidak berarti harga saham mengalami kenaikan secara konsisten sepanjang periode tersebut.

Pergerakan ini juga perlu ditempatkan dalam konteks volatilitas DEWA selama 2026. Rata-rata return bulanan tercatat sebesar -3,30%, sementara penurunan terdalam terjadi pada Mei, yakni 32,66%. Data tersebut memperlihatkan bahwa kinerja DEWA dapat berubah cukup signifikan dari bulan ke bulan.

Valuasi Rendah Bukan Berarti Tanpa Risiko

Selain rasio valuasi dan profitabilitas, investor juga dapat mencermati kebijakan dividen serta struktur pendanaan perusahaan. DEWA memiliki Dividend Per Share (DPS) sebesar Rp1,50 dan dividend yield sebesar 0,42%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kontribusi dividen terhadap imbal hasil saham relatif terbatas berdasarkan data yang digunakan.

Dari sisi pendanaan, Debt to Equity Ratio (DER) tercatat sebesar 1,18 kali. Rasio ini membandingkan utang dengan ekuitas perusahaan dan dapat membantu investor memahami struktur modal serta tingkat penggunaan utang dalam kegiatan bisnisnya.

Jika seluruh indikator tersebut dipertimbangkan secara bersamaan, DEWA memperlihatkan sejumlah aspek yang perlu dianalisis lebih lanjut. Rasio P/E berada di angka 3,24 dan indikator profitabilitas tercatat positif, tetapi perubahan harga saham juga menunjukkan volatilitas yang cukup besar.

Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan lebih dari sekadar tingkat valuasi. Perkembangan kinerja operasional, kemampuan menghasilkan laba, kondisi keuangan, dan pergerakan harga saham juga menjadi bagian penting dalam menilai perusahaan.

Apa yang Perlu Dicermati Sebelum Membeli DEWA?

P/E DEWA sebesar 3,24 terlihat relatif rendah jika dibandingkan dengan saham lain yang memiliki rasio P/E puluhan hingga ratusan kali. Namun, penilaian tersebut perlu disandingkan dengan indikator lainnya, termasuk P/B sebesar 1,8, P/S sebesar 2,24, ROA sebesar 4,02%, dan ROE sebesar 8,75%.

Riwayat pergerakan harga juga memberikan gambaran penting. Return sekitar 20% selama Juli hingga September 2026 tidak berasal dari kenaikan yang merata setiap bulan. Juli menjadi periode dengan lonjakan terbesar, yaitu 61,97%, sebelum harga saham mengalami koreksi pada Agustus dan September.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa saham dengan rasio valuasi rendah tetap berpotensi mengalami fluktuasi harga yang signifikan. Selain itu, nilai P/E dapat berubah mengikuti perkembangan harga saham maupun laba perusahaan.

Dengan demikian, P/E 3,24 sebaiknya digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk memutuskan pembelian. Investor juga perlu mempertimbangkan kegiatan usaha DEWA, profitabilitas, struktur utang, dividen, serta riwayat pergerakan harganya sebelum menentukan langkah investasi.

Pantau DEWA di Makmur

Investor dapat menambahkan DEWA ke dalam daftar pantauan di Makmur untuk mengikuti perubahan harga dan indikator keuangannya dari waktu ke waktu. Pemantauan secara berkala dapat membantu investor melihat perkembangan valuasi saham sekaligus membandingkannya dengan kondisi keuangan perusahaan.

Selama Juli hingga September 2026, DEWA mencatat return sekitar 20% berdasarkan perhitungan majemuk. Meski demikian, hasil tersebut terutama didorong oleh kenaikan 61,97% pada Juli, kemudian diikuti koreksi pada dua bulan berikutnya. Sementara itu, P/E sebesar 3,24 dapat dilihat bersama ROE 8,75%, DER 1,18 kali, dan dividend yield 0,42% untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh.

Sebelum melakukan transaksi, investor sebaiknya menyesuaikan keputusan dengan tujuan investasi, jangka waktu, serta toleransi terhadap risiko. Dengan mempertimbangkan valuasi, profitabilitas, kondisi keuangan, dan volatilitas harga secara bersamaan, investor dapat menyusun pertimbangan yang lebih terukur sebelum mengambil keputusan.

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url